Di keheningan malam ku duduk sendiri
Melawan dinginnya malam dan dalam kesepian
Yang selama ini menjadi musuh besarku..
Dengan ditemani gitar kesayanganku
Ku coba lantunkan lagu-lagu rindu
Yang di iringi rintik-rintik hujan
Yang menambah dinginnya malam..
Kasih..
Aku tak ingin merubah dunia
Tuk bisa lakukan hal mengagumkan untuk kau kagumi
Aku tak ingin selalu bersama dengan kenangan pahit
Yang dulu pernah kita rasakan..
Yang pasti aku kan lakukan
Melepaskan dan menjadikan itu sebuah kenangan
Yang tak kan pernah menghampiri hubungan kita lagi..
Bukan kesalahan, biar Tuhan yang tentukan
Seberapa jauh kita berjalan dan mampukah kita
Bertahan melawan semua cobaan ini..
pena kehidupan anggi indrawan RPL
Senin, 31 Oktober 2011
Lebih Enak Mana : Mencintai atau Dicintai ??
Sebenarnya untuk masalah ini rasanya sudah terlalu banyak orang yang
membahasnya. Mungkin puluhan pendapat atau bahkan ratusan pendapat yang
dikemukakan tentang alasan mengapa memilih diantara dua kata diatas.
Tapi nggak tau kenapa rasanya membahas masalah ini nggak ada habisnya..
Aku pernah membuka blog-blog yang membahas masalah ini dan semua mempunyai alasan sendiri kenapa harus memilih salah satu diantaranya..
Mencintai
Mencintai identik dengan perasaan dimabuk cinta (tapi yang ini nggak pake miras lho..). Jadi kalo udah mencintai seseorang rasanya semua saraf-saraf didalam otak mengatur sendiri tanpa dikomando..
Ada beberapa ciri-ciri orang yang sedang mencintai atau dimabuk cinta :
Males makan (emang nggak punya duit kali !hehe..)
Ngelamun terus..(yah..dalam pikiran cuma ada dia sich..)
Tidur gelisah..(belum bayar uang kos ya?hehe..)
Ngeliat dia lagi jalan ama cowok lain rasanya pengen ngebunuh tu orang (kek lagu dewa aja ya?)
Nah yang paling asyik, kalo lagi berduaan ama dia, dunia serasa milik berdua..
Ach..memang indah kalo saat mencintai seseorang. Tapi..kalo cinta nya nggak berbalas gimana?? Hehe..nggak usah dibahas aja ya? Tanya aja ama yang udah pengalaman..
Dicintai
Nah, gimana kalo kita dicintai seseorang? Pasti asyik kan..? Dari blog-blog yang pernah aku baca pun rata-rata memilih dicintai daripada mencintai. Dan dari hasil survey diblogku ini pun 75% memilih lebih enak dicintai dari pada mencintai.
Tapi kenapa sich orang cenderung memilih dicintai daripada mencintai? Enaknya dicintai itu apa sich? ?
Selalu ditraktir makan direstoran mahal…( Ya kalo cowoknya tajir. Kalo nggak??)
Selalu dibeliin hadiah..
Nggak pernah dimarahin..( karena si cowok takut ntar diputusin. Hehe..)
Katanya sich dicintai membuat kita lebih dihargai dimata cowok (Bukan berarti kaum cewek tu dibeli lho..)
Ach..ternyata dicintai lebih enak daripada mencintai. Tapi..kalo dicintai oleh orang yang nggak kita cintai gimana?? Hmm..sekali lagi Tanya ama yang udah pengalaman aja ya?hehe..
Nah..itulah beberapa argument lebih enak mana mencintai atau dicintai..tapi kalo menurutku, mengapa kita harus memilih antara mencintai dan dicintai. Bukankah jika mencintai dan dicintai seseorang itu lebih indah?! Setuju nggak the lover’s??
Oh ya, kemaren yang ikutan polling tanggung jawab tuch kenapa memilih salah satu dari 2 pilihan itu. Hehe…
Aku pernah membuka blog-blog yang membahas masalah ini dan semua mempunyai alasan sendiri kenapa harus memilih salah satu diantaranya..
Mencintai
Mencintai identik dengan perasaan dimabuk cinta (tapi yang ini nggak pake miras lho..). Jadi kalo udah mencintai seseorang rasanya semua saraf-saraf didalam otak mengatur sendiri tanpa dikomando..
Ada beberapa ciri-ciri orang yang sedang mencintai atau dimabuk cinta :
Males makan (emang nggak punya duit kali !hehe..)
Ngelamun terus..(yah..dalam pikiran cuma ada dia sich..)
Tidur gelisah..(belum bayar uang kos ya?hehe..)
Ngeliat dia lagi jalan ama cowok lain rasanya pengen ngebunuh tu orang (kek lagu dewa aja ya?)
Nah yang paling asyik, kalo lagi berduaan ama dia, dunia serasa milik berdua..
Ach..memang indah kalo saat mencintai seseorang. Tapi..kalo cinta nya nggak berbalas gimana?? Hehe..nggak usah dibahas aja ya? Tanya aja ama yang udah pengalaman..
Dicintai
Nah, gimana kalo kita dicintai seseorang? Pasti asyik kan..? Dari blog-blog yang pernah aku baca pun rata-rata memilih dicintai daripada mencintai. Dan dari hasil survey diblogku ini pun 75% memilih lebih enak dicintai dari pada mencintai.
Tapi kenapa sich orang cenderung memilih dicintai daripada mencintai? Enaknya dicintai itu apa sich? ?
Selalu ditraktir makan direstoran mahal…( Ya kalo cowoknya tajir. Kalo nggak??)
Selalu dibeliin hadiah..
Nggak pernah dimarahin..( karena si cowok takut ntar diputusin. Hehe..)
Katanya sich dicintai membuat kita lebih dihargai dimata cowok (Bukan berarti kaum cewek tu dibeli lho..)
Ach..ternyata dicintai lebih enak daripada mencintai. Tapi..kalo dicintai oleh orang yang nggak kita cintai gimana?? Hmm..sekali lagi Tanya ama yang udah pengalaman aja ya?hehe..
Nah..itulah beberapa argument lebih enak mana mencintai atau dicintai..tapi kalo menurutku, mengapa kita harus memilih antara mencintai dan dicintai. Bukankah jika mencintai dan dicintai seseorang itu lebih indah?! Setuju nggak the lover’s??
Oh ya, kemaren yang ikutan polling tanggung jawab tuch kenapa memilih salah satu dari 2 pilihan itu. Hehe…
Gals, Berapa Harga Dirimu?
Berapa harga dirimu? Waduh, seakan-akan harga diri
bisa ditakar dengan materi. Emang begitu kan kondisi saat ini. Yang
namanya harga diri, murah banget. Diobral seribu tiga juga banyak yang
mau. Kok bisa?
Coba kamu amati lingkungan
sekitarmu. Harga diri, terutama kaum perempuan alias cewek, sudah
banting harga di mana-mana. Mulai dari gaya berpakaian yang kelihatan
pusar, (maaf) celana dalamnya, underwear alias kaos daleman,
sampai berpakaian tapi telanjang. Yaitu berpakaian tapi semua lekuk
tubuhnya kelihatan dengan amat sangat jelas bentuk dan ukurannya.
Dikomporin
oleh sinetron kacangan di TV yang isinya melulu pacaran dan pacaran,
remaja kita jadi ikutan. Tubuh cewek, bagian mana yang belum terekspos
oleh lawan jenisnya (baca “ pacarnya”) sih? Dalih palsunya sih biasanya
sebagai bukti cinta. Padahal mah, pelecehan harga diri yang
seharusnya nggak boleh dibiarkan begitu saja. Tapi kalo mau sama mau,
kan nggak ada hukumnya tuh. Nah loh, bingung juga kan? Yuk, kita
preteli satu per satu masalah ini.
Cewek dan harga sebuah diri
Perkembangan jaman modern bukannya diikuti dengan perkembangan pola pikir yang modern pula. Tapi pola pikir hingga pola sikap berkembang ke arah jahiliyah (kebodohan). Hanya saja kali ini memakai bungkus baru: jahiliyah modern. Lomba-lomba kecantikan yang semua ujung-ujungnya pamer aurat, digelar di mana-mana. Mulai tingkat RT hingga dunia. Bahkan institusi kampus yang katanya tempatnya intelektual muda, juga terkontaminasi dengan pagelaran miss kampus.
Perkembangan jaman modern bukannya diikuti dengan perkembangan pola pikir yang modern pula. Tapi pola pikir hingga pola sikap berkembang ke arah jahiliyah (kebodohan). Hanya saja kali ini memakai bungkus baru: jahiliyah modern. Lomba-lomba kecantikan yang semua ujung-ujungnya pamer aurat, digelar di mana-mana. Mulai tingkat RT hingga dunia. Bahkan institusi kampus yang katanya tempatnya intelektual muda, juga terkontaminasi dengan pagelaran miss kampus.
Baju
minim dan seronok namun berharga mahal jadi gaya hidup.
Lenggak-lenggok di atas panggung jadi kebanggaan. Paling banter harga
dari diri yang dipajang itu cuma sebuah piala dari kuningan dan karton
satu lembar bertuliskan angka nominal uang.
Bagi
mereka yang nggak kebagian lenggak-lenggok di atas pentas, ada cara
lain yang bisa ditempuh untuk menikmati dunia kemilau itu. Malakin
cowok tajir. Si cowok juga nggak kalah ‘cerdik’ yaitu dengan
memanfaatkan cewek rese dan matre untuk mendapat kemauannya. Mau dibawa
kemana aja asal pulang dibelikan HP. Mau diapa-apakan saja asal ada
ongkos ganti pulsa. Halah!
Akhirnya muncul
istilah cewek bispak, bisa dipake. Dipake betulin genting, mompa air
atau ngayuh becak? Ya nggaklah. Bisa dipake di sini maksudnya buat
hal-hal yang tak bermoral.
Cewek, kok mau dihargai rendah?
Kalo dipikir-pikir, kenapa pula para cewek itu mau dihargai rendah ya? Para cewek yang seharusnya punya rasa malu yang tinggi melebihi kaum adam, jadi berubah. Sudahlah aurat dipamerkan ke mana-mana, mereka ini mudah banget dijadikan mangsa oleh cowok-cowok tak bertanggung jawab. Seakan-akan mereka pasrah dan tak punya sikap untuk menentukan apa yang terbaik bagi dirinya.
Cewek, kok mau dihargai rendah?
Kalo dipikir-pikir, kenapa pula para cewek itu mau dihargai rendah ya? Para cewek yang seharusnya punya rasa malu yang tinggi melebihi kaum adam, jadi berubah. Sudahlah aurat dipamerkan ke mana-mana, mereka ini mudah banget dijadikan mangsa oleh cowok-cowok tak bertanggung jawab. Seakan-akan mereka pasrah dan tak punya sikap untuk menentukan apa yang terbaik bagi dirinya.
Kondisi ini
diperparah dengan kurangnya kontrol masyarakat sekitar. Mereka cuek
bebek dengan merosotnya moral para remaja, terutama ceweknya. Tak ada
lagi sanksi sosial semisal didatangi pak RT bila ada cowok bertandang
ke rumah cewek hingga larut malam. Dan semakin lengkap keparahan ini
ketika negara sebagai penegur utama tak berdaya. Tak ada KUHP atau
hukum perdata yang bisa menjerat cowok yang wakuncar (waktu kunjung
pacar) ke ceweknya. Lha wong suka sama suka, bisa-bisa malah dilindungi
sama sistem yang bernama sekulerisme. Apalagi cuma sekadar pakaian
yang kelihatan pusar. Dalih kebebasan perempuan akan menjadi senjata
andalan bila ada yang berusaha mengingatkan.
Gaya
hidup mewah adalah penyebab lain dari fenomena cewek murah harga diri.
Semua ini akibat dari kehidupan yang mengagungkan materi alias
materialistis. Materi oriented ini adalah khas milik
kapitalisme. Sebuah paham yang sangat memuja kepemilikan modal atau
lapital. Sistem inilah sebetulnya yang kudu bertanggung jawab terhadap
merebaknya cewek-cewek tak berharga diri. Udahlah ceweknya lemah iman,
dikomporin pake kemilau fana duniawi. Klop, jadi pada lupa daratan.
Cewek, kamu bisa apa?
Biar pun berjenis cewek, perempuan juga manusia. Dengan kemanusiaan ini pula cewek juga dikaruniai akal untuk membedakan mana baik dan buruk. Sayangnya, seringkali otak cewek nggak dipake. Bawaannya silau mulu kalo liat barang mewah sampai harga diri tergadaikan nggak jadi masalah.
Biar pun berjenis cewek, perempuan juga manusia. Dengan kemanusiaan ini pula cewek juga dikaruniai akal untuk membedakan mana baik dan buruk. Sayangnya, seringkali otak cewek nggak dipake. Bawaannya silau mulu kalo liat barang mewah sampai harga diri tergadaikan nggak jadi masalah.
Akal yang dipunya cewek, nggak beda
dengan yang dipunya cowok. Tapi seringkali cewek sendiri yang membuat
rendah dirinya sehingga mudah aja dipermainkan cowok. Bukan hanya
cowok, tapi pemilik modal juga ikut menghinadinakan kaum cewek dengan
mengeksploitasi keindahan fisik. Oya, sebelum saya diprotes oleh kaum
cowok baik-baik, saya ingin tekankan bahwa nggak semua cowok suka
mempermainkan cewek. Ada kok cowok baik-baik yang menghargai cewek
dengan harga sangat tinggi. Karena tingginya, harganya sebanding dengan
surga.
Dengan potensi akal ini, cewek bisa
memilih jalan hidupnya. Mau dijadikan objek ketelajangan dan permainan
jaman edan bernama modern ini atau sebaliknya. Cewek sebagai subjek
perubah dan pelaku sejarah sebuah peradaban. How? Gimana caranya?
Gals,
cewek kudu nyadar untuk apa sih dia hidup di dunia ini. Untuk
hura-hura, senang-senang dan foya-foya? Hmm.. cewek kudu nyadar bahwa
hidup ini sementara. Kalo ada sementara pasti ada yang selamanya. Kalo
bermakna selamanya berarti bukan di dunia. Nggak ada orang hidup kekal
di dunia ini. Lha wong dunianya aja fana, kok penghuninya minta kekal.
Bila sudah menyadari kenyataan dunia fana ini, ingatlah bahwa semua
yang bernyawa pasti mati. Kalo sudah mati, lihat tuh jadi teman cacing
tanah dan belatung di tanah pekuburan. Ternyata manusia itu hina ya.
Cuma sebegitu aja akhir hidupnya.
Kalau ingat
kematian, manusia normal mana pun juga pasti akan berpikir. Merenung
dan berinsaf diri. Apalagi cewek yang memang dasarnya bersifat peka.
Maka akan mudah tersentuh hatinya dengan ajakan mengingat kematian ini.
Kecuali orang-orang bebal yang telah ditutup hatinya oleh Allah.
Mereka ini adalah yang enggan membicarakan kematian. Bahkan ada yang
dengan sengaja mengolok dan mencemooohnya loh.
Dengan
mengingat kematian, manusia termasuk para cewek tergugah untuk mencari
makna hidupnya. Tak lain dan tak bukan, ternyata hidup ini adalah
sarana saja untuk sebuah kehidupan kekal abadi di akhirat kelak. Bila
ini sudah kamu sadari, maka sesungguhnya uang, katu kredit, mobil dan
gaya hidup mewah jadi tak ada artinya lagi. Ada sesuatu yang lebih
penting dari itu semua.
Beramal untuk akhirat.
Jangan bayangkan beramal untuk akhirat ini hanya dengan sibuk sholat,
dzikir, puasa dan ngaji saja. Bukan! Aktivitas-aktivitas ini memang
harus tapi tidak berhenti di situ saja. Bumi dan seisinya perlu
dimakmurkan dengan karya nyata kamu, para cewek. Kamu bisa jadi apa pun
yang kamu mau, sukses dunia tapi punya investasi juga untuk akhirat.
Dengan menjadi ahli lomputer untuk mengacak-acak radar musuh Islam yang
akan menyerang negeri muslim, misalnya. Atau menjadi bisnis woman
yang berhasil dan sebagian laba untuk kepentingan dakwah dan perjuangan
menegakkan Islam sebagai ideologi negara di bawah naungan Daulah
Khilafah. Gimana, keren kan?
Cewek, punyai harga diri!
Harga diri bukan barang obralan yang gampang banget dibeli dengan gepokan rupiah atau kartu kredit. Masalahnya, gimana caranya agar cewek mempunyai harga diri yang menjadikannya mulia?
Harga diri bukan barang obralan yang gampang banget dibeli dengan gepokan rupiah atau kartu kredit. Masalahnya, gimana caranya agar cewek mempunyai harga diri yang menjadikannya mulia?
Karena
di bahasan awal tadi kita sudah tahu bahwa hidup ini sementara dan
kudu nurut sama aturan Sang Pencipta, maka inilah langkah praktis itu:
Pertama, hiasi diri dengan rasa malu. Malu akan menjadi tameng seorang cewek dari perbuatan maksiat.
Pertama, hiasi diri dengan rasa malu. Malu akan menjadi tameng seorang cewek dari perbuatan maksiat.
Kedua,
tundukkan pandangan. Dengan menundukkan pandangan, cewek akan menjadi
makhluk berharga di muka bumi karena nggak jelalatan.
Ketiga, tutupi auratmu. Auratmu yang indah bukan untuk pajangan apalagi pameran. Oleh karena itu tutupi dengan pakaian takwa berupa kerudung dan jilbab.
Keempat, jaga interaksi pergaulan. Langkah di atas nggak bakal ada gunanya kalo kamu masih enteng aja colak-colek sama cowok. Batasi interaksi dengan mereka seperlunya dan sewajarnya. Nggak perlu over.
Ketiga, tutupi auratmu. Auratmu yang indah bukan untuk pajangan apalagi pameran. Oleh karena itu tutupi dengan pakaian takwa berupa kerudung dan jilbab.
Keempat, jaga interaksi pergaulan. Langkah di atas nggak bakal ada gunanya kalo kamu masih enteng aja colak-colek sama cowok. Batasi interaksi dengan mereka seperlunya dan sewajarnya. Nggak perlu over.
Kelima, dekatkan dirimu
pada Allah. Dekat dengan Allah itu artinya nggak ada satu celah kecil
pun kamu berbuat dosa. Meski nggak ada kakak pembina pengajian, ortu
nggak liat, atau nggak ada satu orang pun menyaksikan, kamu nggak bakal
bisa lari dari pengawasanNya.
Keenam, last but not least,
proaktif gals! Kalo kamu udah menjadi cewek baik-baik, jangan simpen
sendiri. Ajak teman-teman dan sodara-sodara kamu untuk baik juga. Kalo
kamu segan untuk negur secara lisan, bisa juga pake tulisan. Berikan
lembaran Studia ini untuk dibaca mereka, misalnya.
Nah,
ternyata nggak susah kan untuk membangun harga diri pada seorang
cewek. Murah meriah kecuali berbekal kemauan aja. Tips di atas bisa
kamu amalkan tuh. Nggak berhenti di sini aja, ternyata memutus rantai
rusak ini kamu nggak bisa sendirian. Ajak teman-teman dan sodaramu untuk
bareng-bareng merusak rantai ini. Kita ganti dengan rantai baru yang
indah dalam balutan ukhuwah Islamiyah, dasarnya akidah Islam. Setuju
kan?
Jadi kalo ada yang nanya berapa sih harga
diri seorang cewek? Kamu bisa dengan bangganya menjawab ‘ridho Allah
plus surga dengan segala isinya’. Bila ini yang jadi jawabanmu, maka
gepokan rupiah, kinclongnya mobil nggak bakal bisa mengusikmu. Harga
dirimu bukan lagi obralan seribu tiga. Harga dirimu saat ini cuma surga
yang mampu membeli. Jangan ragu, teriakkan dengan lantang bahwa harga
diri seorang cewek cuma satu jawabnya; ISLAM! Oke?
Jumat, 21 Oktober 2011
4 Kesalahan Fatal Saat Pacaran
Ada beberapa kesalahan fatal yang sering
dilakukan orang saat pacaran. Baik yang disengaja atau tidak
disengaja. yang disadari atau tidak disadari. Masalahnya adalah
seringkali kesalahan-kesalahan itu menjurus kepada sesuatu yang
membahayakan. Dengan kata lain pacaran yang berbahaya atau tidak sehat.
Minimalnya bisa menyebabkan sakit hati. Untuk itulah, sebisa mungkin,
kamu harus menghindari kesalahan-kesalahan tersebut. Apa saja sih, 4
Kesalahan fatal saat pacaran itu..?
1.kesalahan saat pacaran; Bilang Cinta mati.
Nah, lo…. Kata-kata cinta mati dan cara
berfikir seperti ini tidak seharusnya ada saat pacaran. Apa sih,
maksudnya cinta mati ini? Apakah cinta sampai mati..? owh, benarkah..?
Atau kalau kamu mati aku juga mati..? Jadi inget lagunya Naif “bila kau
mati, ku juga mati walau tak ada cinta sehidup semati jadilah engkau
milikku s’lalu utuh tanpa tersentuh… cuma aku….” yang ujung-ujungnya
posesif. Boleh saja sih, kita merayu pacar dengan sejuta kalimat gombal
untuk mengungkapkan rasa sayang kita ke pacar. Tapi yang realistis
dong..! Masak cinta mati..?
2.kesalahan saat pacaran; Aku nggak bisa hidup tanpa kamu.
Beeeeuuuuuh… ini lagi! Inget bro, sis..,
hidup dan mati manusia itu ada di tangan Tuhan. Bukan di tangan pacar.
Masak sih, pacar kamu mau nyaingin Tuhan..? Mulai sekarang nggak usah
deh ngeluarin kalimat itu. Kalimat-kalimat seperti ini cuma akan
membuat kamu bunuh diri saat putus sama pacar kamu.
3.Kesalahan saat pacaran; Kamu adalah segalanya.
Kalimat yang tidak masuk akal. Coba deh,
itu kalimat direnungkan lagi baik-baik. “kamu adalah segalanya”.
Segala sesuatu di dunia ini hanya terpaku dan terfokus ke si dia.
Pantesan saja, saat kamu putus sama dia, saat kamu kehilangan dia, kamu
sudah seperti kehilangan segalanya. Bahkan Kehilangan semangat hidup.
Enggak mau makan, enggak mau minum, enggak mau ngapa-ngapain. Itu
karena cara berfikir kamu yang menganggap dia adalah segalanya.
4.kesalahan saat pacaran; Menyerahkan segalanya
Ini dia nih, kesalahan yang sangat fatal
tapi sering dilakukan. Terutama cewek. Karena dalam hal ini, yamg
dirugikan selalu saja cewek. Banyak diantaranya, yang rela melepas
keperawanannya dengan alasan takut kehilangan pacar. Heran, kok banyak
sih, cewek yang lebih takut kehilangan pacarnya daripada kehilangan
keperawanannya. Sudah saatnya bagi kaum cewek untuk bisa membentengi
diri dari rayuan gombalnya cowok. Jangan mau ketipu yah sis..! Jangan
mau menyerahkan segalanya demi seorang cowok yang belum tentu bakalan
jadi suami kamu.
ane cuma mau share aja gant!!
Selasa, 18 Oktober 2011
Langganan:
Postingan (Atom)

